Perkembangan Topologi Star, Kelebihan Dan Kekurangan Jaringan komputer

sigaorastro.com – Topologi star sendiri juga memiliki sejumlah kelebihan dan kekurangan yang perlu sangat dipertimbangkan dalam melakukan perencanaan dan juga implementasi dalam jaringan komputer. Berikut ini adalah gambaran singkat tentang kelebihan dan juga kekurangan pada topologi star:

Kelebihan Topologi Star Yang Harus Kamu Tau:

Kemudahan Instalasi: Topologi star relatif mudah untuk diinstal dan juga dikelola karena setiap perangkat terhubung langsung ke pusat (hub atau switch) menggunakan kabel yang berbeda.

Skalabilitas: Jaringan topologi star ini juga dapat dengan mudah diperluas dengan cara menambahkan perangkat baru karena setiap perangkat hanya perlu untuk terhubung ke pusat. Ini membuatnya cocok untuk bisnis atau lingkungan di mana pertumbuhan jaringan diperkirakan.

Manajemen yang Mudah: Desain yang terpusat membuat manajemen jaringan juga menjadi lebih mudah. Ini dikarenakan setiap perangkat tersebut juga dapat diatur dan dimonitor dari satu lokasi pusat, yang juga memudahkan identifikasi masalah dan juga dalam perawatan.

Keamanan yang Lebih Tinggi: Karena setiap perangkat terhubung pasti langsung ke pusat, topologi star dapat juga memberikan tingkat keamanan yang jauh lebih tinggi. Ini karena sulit bagi perangkat di jaringan untuk berkomunikasi langsung satu sama lain tanpa melalui pusat.

Kinerja yang Baik: Jika diimplementasikan dengan baik, topologi star ini sendiri juga dapat memberikan kinerja yang baik dalam hal kecepatan dan juga efisiensi dalam hal komunikasi antar perangkat. Ini karena setiap perangkat juga sudah memiliki jalur komunikasi yang terpisah dengan pusat.

Kekurangan Topologi Star:

Ketergantungan pada Pusat: Salah satu kelemahan utama dari topologi star adalah bahwa jaringan bergantung pada ketersediaan dan kinerja pusat. Jika hub atau switch pusat mengalami kegagalan, maka semua perangkat dalam jaringan tidak akan dapat berkomunikasi.

Biaya Pusat: Pusat (hub atau switch) dalam topologi star dapat menjadi titik kegagalan dan merupakan investasi biaya tambahan. Switch yang lebih canggih dan handal sering kali memiliki harga yang tinggi.

Kinerja yang Terpengaruh oleh Pusat: Kinerja keseluruhan jaringan dapat terpengaruh jika pusat mengalami overloading atau kelebihan beban. Hal ini terutama berlaku jika jumlah perangkat dalam jaringan meningkat secara signifikan.

Keterbatasan Jarak: Topologi star dapat memiliki keterbatasan jarak karena setiap perangkat harus terhubung langsung ke pusat menggunakan kabel. Ini dapat menjadi kendala jika perangkat berada dalam jarak yang jauh dari pusat.

Ketergantungan pada Kabel: Karena setiap perangkat juga tetap harus terhubung langsung ke pusat dengan menggunakan kabel, topologi star dapat lebih rentan terhadap gangguan fisik atau kerusakan kabel.

Meskipun memiliki kelemahan tertentu, topologi star ini sendiri juga tetap menjadi pilihan yang sangat populer dalam desain jaringan komputer karena kemudahan dalam melakukan instalasi, manajemen yang mudah, dan tingkat keamanan yang lebih tinggi.

Topologi star ini sendiri adalah salah satu jenis struktur atau tata letak jaringan komputer di mana semua perangkat terhubung ke sebuah pusat atau simpul sentral. Dalam topologi ini, setiap perangkat di jaringan terhubung langsung ke simpul pusat yang disebut “hub” atau “switch”.

Berikut adalah beberapa karakteristik utama dari topologi star:

Hub atau Switch Sentral: Pusat dari topologi star adalah sebuah perangkat yang berfungsi sebagai titik pusat di mana semua perangkat lain dalam jaringan terhubung. Pada awalnya, hub digunakan sebagai pusat, tetapi sekarang biasanya digunakan switch karena kinerjanya yang jauh lebih baik.

Koneksi Titik ke Pusat: Setiap perangkat dalam jaringan terhubung langsung ke hub atau switch pusat menggunakan kabel. Ini berarti setiap perangkat memiliki jalur komunikasi yang terpisah dengan pusat.

Desain Simetris: Topologi star memiliki desain simetris, yang berarti setiap perangkat dalam jaringan memiliki jarak yang sama dengan pusat. Ini membuat topologi star mudah untuk dikelola dan diatur.

Skalabilitas: Topologi star iniĀ  juga dapat dengan mudah diperluas dengan cara menambahkan keperangkat baru ke jaringan. Setiap perangkat baru hanya perlu untuk terhubung ke pusat menggunakan kabel.

Ketergantungan pada Pusat: Salah satu kelemahan utama dari topologi star adalah bahwa jaringan bergantung pada ketersediaan dan kinerja pusat. Jika hub atau switch pusat mengalami kegagalan, maka semua perangkat dalam jaringan tidak akan dapat berkomunikasi.

Keamanan: Topologi star ini sendiri juga dapat dalam memberikan dan juga mentingkatkan keamanan yang lebih tinggi daripada topologi lainnya dikarenakan setiap perangkat itu pasti akan tetap terhubung langsung ke pusat.Ini juga membuatnya sulit bagi perangkat di jaringan untuk secara langsung berkomunikasi satu sama lain tanpa harus melalui pusat.

Topologi star pada umumnya juga telah digunakan dalam jaringan dilansir dari Wikipedia komputer kantor, rumah, dan juga pada bisnis kecil hingga menengah dikarena kemudahan instalasi, manajemen, dan keandalannya. Meskipun begitu topologi star memiliki kelemahan tertentu, topologi star tetap menjadi salah satu pilihan yang populer dalam desain jaringan komputer modern.

gambaran umum tentang sejarah dan perkembangan topologi star:

Awal Jaringan Komputer: Pada awalnya, jaringan komputer dibangun dengan menggunakan topologi yang lebih sederhana seperti bus atau ring. Dalam topologi ini, setiap perangkat terhubung secara langsung ke kabel utama yang membentang di sepanjang jaringan.

Penggunaan Hubs: Seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan akan jaringan yang lebih terorganisir, penggunaan hub sebagai pusat pengaturan dan pengelolaan jaringan mulai populer. Hub ini sendiri juga digunakan untuk menghubungkan beberapa perangkat dalam jaringan menggunakan kabel yang berbeda.

Perkembangan Switch: Kemudian, switch juga sudah mulai menggantikan hub dalam topologi star karena kinerja yang lebih baik dan kemampuan untuk mengelola lalu lintas data dengan cara yang jauh lebih efisien. Switch ini sendiri juga memiliki kemampuan untuk mengalihkan paket data ke perangkat tujuan tanpa mengirimkannya ke semua perangkat dalam jaringan.

Era Ethernet: Dalam sejarah perkembangan topologi star, Ethernet juga memainkan peran yang sangat penting dalam menjadikan topologi star sebagai pilihan yang dominan dalam desain dan jaringan komputer. Ethernet adalah standar komunikasi jaringan yang banyak digunakan, yang mendukung topologi star dan menyediakan kecepatan transfer data yang tinggi.

Penerapan dalam Jaringan Lokal (LAN): Topologi star menjadi pilihan yang umum digunakan dalam jaringan lokal (LAN) di berbagai lingkungan, termasuk kantor, sekolah, dan rumah tangga. Ini karena keandalan, keamanan, dan kemudahan manajemen yang ditawarkan oleh topologi star.

Penerapan dalam Jaringan Luas (WAN): Selain digunakan dalam LAN, topologi star ini sendiri juga sering digunakan dalam jaringan luas (WAN) dengan menggunakan teknologi seperti Virtual Private Network (VPN) dan juga Metropolitan Area Network (MAN). Ini memungkinkan organisasi untuk menghubungkan lokasi yang terpisah secara efisien dan tentunya aman.

Meskipun tidak ada titik awal yang jelas dalam sejarah topologi star, perkembangan dalam teknologi dan juga kebutuhan dalam jaringan komputer ini sendiri juga telah menyebabkan adopsi yang jauh lebih luas dari topologi ini. Seiring dengan perkembangan teknologi jaringan yang terus berlanjut, topologi star malahan terus menjadi salah satu pilihan yang populer dalam desain jaringan komputer modern.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top